May 31, 2019

Mengisi Waktu Selama Ramadhan

May 31, 2019 0
Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Bulan ini menjadi bulan yang paling tepat untuk mendapatkan banyak pahala. Karena di bulan ini Allah akan melipatgandakan pahala orang-orang yang beramal sholeh. Karena itulah, sangat sayang jika bulan Ramadhan dilewatkan dengan cara bermalas-malasan.

Namun, saat puasa, tubuh biasanya akan lemas sehingga malas melakukan hal apapun. Di saat seperti ini, Ibu harus punya cara cerdas agar Ibu dan keluarga tetap ceria dan memiliki kegiatan positif selama Ramadhan. Nah, bagi Ibu yang bingung bagaimana cara menciptakan kegiatan positif selama Ramadhan bersama si Kecil, berikut beberapa kegiatan yang dapat digunakan untuk mengisi waktu saat Ramadhan agar puasa lebih bermakna.
  1. Membaca buku
Selain menonton televisi atau bermain game bersama, akan lebih bermanfaat jika Ibu mengajak si Kecil saat quality time untuk membaca buku islami. Tak perlu membaca buku dengan tema terlalu berat, untuk menambah kegiatan Ramadhan, cukup ajak mereka membaca kisah islami seperti kisah Nabi dan Rasul seta para sahabat. Ciptakan juga suasana menyenangkan agar si Kecil betah berlama-lama membaca cerita tersebut.
  1. Berzikir dan Membaca Alquran
Mengajarkan si Kecil berzikir sejak usia dini sangatlah penting. Mengajarkan si Kecil mengingat penciptanya sejak dini akan menjadikannya tumbuh menjadi manusia lebih baik. Tapi, Ibu harus ingat untuk tak memaksa si Kecil jika ia memang sudah tak mau berzikir.

Selain itu, membaca Al Qur’an bisa menjadi kegiatan Ramadhan yang bermanfaat bagi Ibu dan si Kecil. Tak hanya mampu mendapatkan pahala, kegiatan yang satu ini juga akan lebih mendekatkan Ibu dan si Kecil.
  1. Bersedekah
Daripada hanya bersantai, lebih baik melakukan kegiatan positif sambil menunggu waktu berbuka. Salah satunya adalah mengajak si Kecil belajar membantu menolong sesama dengan mengunjungi panti asuhan untuk bersedekah. Tidak hanya uang, Ibu dan si Kecil juga dapat memilih baju layak pakai untuk disumbangkan.
  1. Menyiapkan buka puasa
Kegiatan Ramadhan lain yang mungkin bisa Ibu lakukan bersama si Kecil adalah menyiapkan menu berbuka. Tidak hanya menu untuk berbuka keluarga, Ibu dan si Kecil juga dapat membuat menu untuk dibagikan kepada kaum dhuafa. Selain menyenangkan, menyiapkan menu berbuka juga bisa membuat si Kecil lebih bersemangat menjalankan puasanya.
Nah, sekarang Ibu dan si Kecil bisa melewati Ramadhan dengan semakin bermakna, bukan?

May 30, 2019

Tradisi Lebaran

May 30, 2019 0
Hari Raya Lebaran selalu identik dengan berbagai hal yang menyenangkan, tradisi ini telah begitu melekat di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bukan hanya lebaran saja, namun nuansa hangat telah terlihat sejak bulan puasa dimulai. Beragam kegiatan dan juga sajian akan meramaikan bulan puasa yang suci, dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan lainnya ketika Hari Raya Lebaran tiba.
Silaturahmi dan juga berbagai panganan khas Lebaran akan menjadi sebuah pemandangan wajib yang kita temui setiap kali momen Lebaran datang. Hal ini seolah menjadi sebuah tradisi yang begitu kental dan telah menjadi hal wajib yang kita jalankan secara turun temurun.
Bukan hanya itu saja, setiap wilayah di Indonesia bahkan memiliki agenda dan juga tradisi unik ketika merayakan Lebaran, hal seperti inilah yang membuat banyak orang selalu ingin kembali ke kampung halaman dan menikmati momen tersebut di sana. Ada banyak tradisi Lebaran yang masih terus berlangsung di Indonesia, beberapa di antaranya seperti di bawah ini:

1. Mudik

Mudik
Mudik via bokunosekai.files.wordpress.com
Darah perantau begitu lekat dengan bangsa Indonesia, banyak sekali orang yang meninggalkan kampung halaman dan mengais rezeki di kampung orang. Hal ini bahkan telah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu, di mana momen Lebaran menjadi sebuah waktu berharga bagi para perantau untuk pulang ke kampung halaman.
Mudik, tradisi yang sangat menakjubkan, bahkan mungkin Indonesia telah menjadi sebuah negara dengan masyarakat yang paling banyak melakukan perjalanan pulang kampung di musim Lebaran. Tidak tanggung-tanggung, puluhan juta orang akan bepergian dan menyeberang pulau yang satu ke pulau lainnya, bayangkan betapa mudik telah menjadi sebuah tradisi yang sangat besar dan masih selalu dijalankan hingga saat ini.
Kita memiliki wilayah yang sangat luas, itulah mengapa bepergian arau merantau bisa menjadi sebuah hal yang memisahkan seseorang dengan keluarganya selama setahun atau bertahun-tahun yang panjang. Lebaran menjadi momen yang sangat tepat untuk pulang kampung dan bersua kembali dengan sanak saudara, sebab liburan ini terbilang sangat panjang dan bisa memberi waktu yang cukup untuk bepergian jauh sekalipun. Jangan kaget jika sewaktu-waktu di musim Lebaran Jakarta menjadi begitu lengang, karena jutaan penduduknya “hilang” dan berpencar kembali ke kampung halaman masing-masing.
Tips: Agar mudik lebih nyaman, jangan lupa untuk mempersiapkan perlengkapan mudik dari jauh-jauh hari, termasuk tiket mudik. Jangan lupa jaga kesehatan tubuh, karena mudik menggunakan transportasi umum bisa sangat melelahkan dan memerlukan banyak tenaga, apalagi mudik saat sedang berpuasa.

2. Halal Bi Halal

Meski saat ini banyak di antara kita yang menggunakan gadget atau smartphone untuk mengucapkan selamat Lebaran kepada sanak saudara dan juga teman-teman, tetapi bagi sebagian besar orang Halal Bi Halal masih tetap menjadi hal wajib dan selalu menyenangkan untuk dilakukan.
Halal Bi Halal adalah sebuah tradisi yang telah dilakukan sejak lama sekali, di mana orang akan saling mengunjungi dan merayakan Lebaran bersama keluarga besar, teman-teman, kerabat, tetangga, atau bahkan mereka yang lainnya yang kita anggap penting untuk kita kunjungi.
Pada momen ini biasanya akan menjadi waktu yang tepat untuk bermaaf-maafan. Halal Bi Halal bahkan masih akan dirayakan setelah momen Lebaran berlalu dan kita kembali beraktifitas seperti biasanya, maka di tempat-tempat kita beraktifitas hal ini juga akan dirayakan, seperti: di sekolah, di kantor, atau tempat lainnya.

3. Takbir Keliling

Lebaran akan selalu disambut dengan kumandang takbir sebagai tanda kemenangan setelah melakukan puasa selama sebulan penuh. Pada momen ini akan terlihat bagaimana kebersamaan masyarakat tetap terjaga dengan baik, mereka akan turun ke jalan dan merayakannya di sana, baik itu menggunakan kendaraan ataupun sekedar berjalan kaki beramai-ramai.
Ini akan sangat menyenangkan dan menjadi salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu selama masa Lebaran, sebab inilah agenda yang paling awal dalam perayaan Lebaran itu sendiri.

4. Menabuh Bedug

Kumandang takbir tentu akan selalu diiringi dengan tabuhan bedug yang menggema di sepanjang jalan. Tabuhan bedug akan menambah suasana haru dan gembira. Suara takbir akan terdengar mulai dari malam takbiran hingga pagi di hari Lebaran. Bukan hanya satu atau dua bedug saja yang ditabuh, namun hampir semua jalan-jalan dan juga Masjid akan menabuhnya dengan diiringi gema takbir, tanda hari kemenangan telah tiba. 
Oleh karena itu, bedug sudah menjadi simbol dari hari raya Idul Fitri selain dari ketupat. Tak heran gambar bedug dijadikan ikon-ikon yang merepresentasikan hari lebaran. Salah satu contohnya adalah gambar pada kartu ucapan selamat lebaran yang dihiasi lambang bedug.

5. Ketupat

Ketupat
Ketupat via wikimedia.org
Lebaran dan ketupat tentu telah menjadi dua hal yang tidak terpisahkan. Panganan khas lebaran ini biasanya akan disajikan bersama opor, rendang, semur, kerupuk udang dan beberapa jenis tambahan lainnya. Meski terbilang memiliki cara penyajian yang berbeda-beda pada tiap daerah di Indonesia, namun ketupat telah menjadi sebuah penganan wajib yang selalu disajikan ketika perayaan Lebaran.
Ketupat Lebaran akan menjadi sebuah sajian yang sangat istimewa, sebab hampir semua keluarga akan menyantapnya dengan bahagia, di mana seluruh atau sebagian besar anggota keluarga bisa berkumpul dan menikmatinya bersama-sama. Tak lengkap rasanya melewati Lebaran tanpa sajian ketupat, karena ketupat adalah sajian khas yang wajib disantap di momen yang indah tersebut.
Tips: Agar masakan hari raya lebih bervariasi, ketupat bisa dikombinasikan dengan berbagai makanan khas, seperti opor, rendang dan gulai.

6. Saling Berkirim Makanan

Hantaran, begitu masyarakat Sumatra mengenal tradisi yang satu ini. Namun bukan hanya di sana saja, tradisi saling bertukar makanan ini juga dijalankan oleh hampir semua wilayah di Indonesia. Hal ini biasanya dilakukan kepada saudara, keluarga, tetangga, kerabat, atau bahkan mereka yang kurang beruntung dari kita.
Tradisi ini mengajarkan kita untuk selalu berbagi dan menjalin silaturahmi dengan para kerabat dan yang lainnya, dengan begitu hubungan baik akan tetap terjaga. Sebagian wilayah melakukan tradisi berkirim makanan ini di waktu-waktu sebelum berbuka puasa pada hari terakhir puasa, sebab biasanya sajian Lebaran telah disiapkan di hari ini.

7. THR

uang thr
uang THR
Tunjangan Hari Raya (THR) adalah sejumlah uang yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawannya di Hari Raya, jumlahnya akan disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sejumlah uang tersebut dimaksudkan sebagai hadiah atau pemberian istimewa pada momen yang istimewa seperti Hari Lebaran.
Namun, bukan hanya perusahaan saja yang akan memberikan THR kepada karyawannya. Masyarakat juga memiliki sebuah tradisi pemberian THR kepada anak-anak, di mana yang memberikan THR ini biasanya orang-orang dewasa yang telah bekerja dan memiliki penghasilan. Pemberian THR menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak dengan bahagia.
Sejumlah uang yang akan dibagikan tersebut biasanya adalah uang yang masih dalam kondisi baru, sehingga akan ada banyak orang yang menukarkan uang mereka dengan sejumlah uang baru di bank atau di tempat-tempat penukaran uang lainnya. Terlebih pada akhir tahun lalu, pemerintah baru saja memperkenalkan uang rupiah dengan emisi baru.
Tips: Uang receh yang biasa dibagikan saat hari raya, selain bisa mendapatkannya melalui penjual uang baru yang biasanya banyak berjualan di pinggir jalan menjelang hari raya dan sekitar terminal. Uang receh juga bisa kamu peroleh langsung dari bank yang biasanya menyediakan penukaran uang kecil (receh) kepada nasabahnya.

8. Baju Baru

Tradisi menggunakan baju baru ketika Lebaran, juga menjadi salah satu tradisi yang begitu lekat dan selalu dijalankan oleh banyak orang. Meski hanya sebagai simbol atau kebiasaan saja, tetapi hal ini hampir selalu identik dengan perayaan Lebaran setiap tahunnya.
Tradisi membeli baju baru untuk dipakai saat hari lebaranpun didukung oleh berbagai pusat perbelanjaan yang ramai memberi diskon besar-besaran. Oleh karena itu, tradisi ini langgeng di masyarakat Indonesia. 
Tips: Belanja baju lebaran lebih baik dilakukan jauh-jauh hari, karena semakin mendekati tanggal hari raya biasanya harga pakaian bisa semakin mahal. Bisa juga membeli secara online karena kemungkinan banyaknya promo dan diskon yang bisa menghemat pengeluaran.

9. Ziarah ke Makam

Ziarah Makam
Ziarah Kubur via blogspot.com
Nyekar atau ziarah, menjadi hal wajib bagi sebagian besar masyarakat Indonesia di Hari Lebaran. Biasanya hal ini dilakukan selepas shalat Idul Fitri atau di pagi hari Lebaran pertama tiba. Orang-orang akan mendatangi pemakaman dan memanjatkan doa bagi keluarga dan juga kerabat yang telah pergi meninggalkan dunia. 

10. Rekreasi

Liburan yang panjang tentu tidak akan lengkap jika dilalui tanpa sejumlah agenda rekreasi, terutama ketika pulang ke kampung halaman. Rekreasi menjadi salah satu hal yang paling ditunggu, sebab pada momen lebaran kita akan memiliki kesempatan yang baik untuk bepergian bersama dengan anggota keluarga lainnya yang juga berkumpul bersama.
Momen berharga yang jarang bisa terjadi, karena itu sangat penting untuk melewatkannya dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan, salah satunya dengan rekreasi.
Tips: Pilih tempat rekreasi yang tenang dan kental dengan suasana alamnya seperti dipinggir sungai, danau atau di bukit-bukit jadi quality time bersama keluarga akan lebih berkesan. Agar bisa lebih menghemat biaya perjalanan, tidak usah membeli makanan yang dijual di tempat rekreasi, bawa saja kue-kue lebaran atau masak sendiri dari rumah.

11. Petasan

Petasan
Petasan via primaradio.co.id
Tradisi menyalakan petasan pada hari lebaran dinilai berbahaya, sebab secara resmi penggunaan petasan telah dilarang oleh pemerintah. Namun, petasan di Hari Lebaran telah menjadi sebuah tradisi yang sulit dihilangkan, petasan menjadi warna tersendiri di hari Lebaran.
Sebagai pengganti petasan, masyarakat mengunakan kembang api untuk menambah semaraknya pesta kemenangan umat Islam. Hal ini karena kembang api tidak menimbulkan ledakan layaknya petasan yang dapat membahayakan. Akan tetapi, harus hati-hati Anda juga dalam bermain kembang api.
Tips: Bermain petasan terutama dengan anggota keluarga yang masih kecil tentu bisa sangat membahayakan, lebih baik jika menyiapkan kembang api saja ketika akan merayakan malam takbiran atau hari raya Lebaran.

Unik dan Menyenangkan

Lebaran tentu menjadi momen yang selalu ditunggu-tunggu oleh semua orang, sebab di hari ini semua akan merayakan kemenangan dan juga kebahagiaan. Ada banyak tradisi Lebaran yang dijalankan di Indonesia, beberapa di antaranya bahkan sangat melekat dan tidak pernah hilang ditelan masa. Sambut Lebaran dengan gembira dan nikmati berbagai tradisi yang membuatnya menjadi lebih istimewa. Selamat Merayakan Hari Kemenangan, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin!

May 29, 2019

Review Dove Inner Glow Gentle Exfoliating Facial Cleanser

May 29, 2019 23

Siapa sih yang gak kenal Dove ? Salah satu Brand kenamaan indonesia ini memang menjadi brand yang cukup diminati oleh masyarakat. Dan Kebetulan beberapa lalu aku berkesempatan untuk mereview salah satu Produk Dari Dove yaitu Dove Inner Glow Facial Foam yang aku dapat dari id.revu.net


Yuk Simak Review Lengkapnya 

Packaging

Dove Facial Foam ini sebenarnya memiliki 3 varian yaitu Inner Glow Facial (untuk kulit kusam dengan warna kemasan peach), Beauty Moisture Facial Foam (untuk kulit normal, kering, sensitif dengan warna kemasan biru) dan Deep Pure Facial Foam (untuk kulit berminyak dan kombinasi).



Dove Facial Foam ini terdapat 2 ukuran yaitu ukuran 50gr dan 100gr, dan alhamdulilah ini aku dapet yang ukuran 100gr mayan gede sih hehehehe. Packaging produk ini berbentuk tube dengan tutup flip top yang cukup kuat (karena bukanya aja susah banget gais).

Nah untuk review kali ini aku akan membahas produk Dove Inner Glow Facial Foam. Dove Inner Glow Exfoliating Foam ini merupakan sabun pencuci wajah yang di khususkan bagi mereka yang yang memiliki kulit kusam karena dalam Facial Foam ini terdapat kandungan Nutrium Moisture Beauty serum yang berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan melembabkan wajah.

Ingredient




 Water, Petrolatum, Potassium Cocoyl Glycinate, Glycerin, Potassium Cocoate, Sodium Lauroamphoacetate, Acrylates Copolymer, Hydroxypropyl Starch Phosphate, Lauric Acid, Lauramidopropyl Betaine, Hydrated Silica, Polybutene, Stearic Acid, Sodium Cocoyl Isethionate, Perfume, Sodium Chloride, Polyquaternium-6, Citric Acid, BHT, Tetrasodium EDTA, Coconut Acid, Sodium Isethionate, Magnesium Nitrate, Methylchloroisothiazolinone, Magnesium Chloride, Methylisothiazolinone, CI 73360


berdasarkan ingredientnya dove ini merupakan skincare yang low risk jadi sangat aman di pakai oleh siapapun kapanpun dan dalam kondisi apapun. Selain itu produk ini merupakan Dermatologically tested jadi kalian tidak perlu khawatir tentang kandungan dan keamanan memakai produk ini 

Teksture Produk dan Hasil Pemakaian 

Dove Inner Glow Facial Foam ini berbentuk krim putih dengan butiran scrub berwana peach di dalam produknya. Teksture produknya juga tidak terlalu cair dan tidak terlalu padat.



Ketika diusapkan ke tangan tidak begitu berbusa namun dapat membersihkan dengan sangat baik. Saat awal pemakaian scrub pada Dove ini akan terasa kasar namun kelama lamaan akan semakin lembut.



Biasanya Facial Foam yang mengandung scrub akan membuat kulit wajah kering, namun Dove Inner Glow ini malah semakin melembutkan 

Dove Inner Glow Facial Foam ini mampu mengangkat kotoran dan sel mati yang ada di wajah. Facial Foam ini aku gunakan untuk tahap ke 2 dalam cleansing dan hasilnya sangat sangat bersih. 




Dove Inner Glow ini bahkan dapat menghaspus riasan waterproff yang aku gunakan.

Kesimpulan

Produk Dove Inner Glow Facial Foam ini akan menjadi salah satu facial foam favorit aku yang akan aku gunakan sehari hari. Namun aku tidak terlalu suka dengan scrubnya yang agak kasar diawal pemakaian namun untuk keseluruhan Dove Inner Glow Facial Foam ini sangat aku rekomendasikan bagi kalian untuk facial foam sehari hari.

Bagi kalian yang tertarik dengan produk ini kalian bisa kepoin instagramnya @dove dan jika kalian ingin membeli Produknya kalian bisa mencari produk ini di toko toko terdekat dirumah kalian ataupun kalian bisa membelinya melalui online di Shopee dengan harga 18rb untuk ukuran 50gr dan 25rb untuk ukuran 100gr

Bagaimana ? Sudahkanh Kalian Mencoba Produk Ini ? 




Baju lebaran

May 29, 2019 0
Tidak terasa bulan Ramadan akan berlalu, dilanjut sebentar lagi akan disambut dengan hari raya Lebaran yang identik dengan sesuatu yang baru. Bukan hanya hati saja yang baru karena suci kembali, Lebaran pun juga identik dengan baju baru yang bisa membuat penampilan lebih oke.
Bagi para perempuan, memilih baju Lebaran pasti tidak jauh dengan gamis, kaftan, atau baju-baju formal lainnya. Namun, jika mengenakan baju tersebut akan terkesan monoton karena identik setiap tahun pasti akan selalu dipakai, bagaimana kalau sekarang menggantinya dengan pakaian yang lebih simpel?
Dengan memakai pakaian yang simpel saat Lebaran, tidak membuat kamu menjadi kurang rapi atau menghilangkan tradisi hari raya yang identik dengan baju gamis atau kaftan. Kali ini, ada beberapa baju yabg bisa kamu kenakan saat Lebaran dan tidak akan terlihat monoton.

Baju Lebaran Super Simpel


1. Kemeja lengan panjang atau pendek dengan motif bunga-bunga
Dengan menggunakan kemeja, apalagi bermotifkan floral bisa membuat tampilanmu menjadi lebih fresh dan unik. Tidak hanya dipakai sendiri, baju seperti ini jika dipakai sebagai seragam Lebaran bersama keluarga pasti akan terlihat lebih santai namun sisi uniknya tetap dapat.
2. Pakaian formal berwarna putih
Sudah tidak diragukan lagi, baju warna putih memang menjadi warna andalan untuk dipakai saat Lebaran. Selain menggambarkan kesucian dan terlihat lebih bersih, menggunakan baju formal berwarna putih pun bisa membuat tampilanmu menjadi lebih rapi.

May 28, 2019

Buka Bersama Bersama Kelaurga

May 28, 2019 0
Memasuki bulan puasa biasanya Moms, suami, atau anak-anak menerima banyak sekali undangan acara buka puasa bersama komunitas, rekan kerja, teman lama, dan lain-lain. Selain itu, jika Moms dan suami memiliki kesibukan masing-masing, Moms berdua pun terpaksa berbuka puasa sendiri-sendiri.
Nah, hati-hati dengan kebiasaan ini. Mungkin di awal-awal Moms berpikiran bahwa bulan puasa masih lama, masih banyak kesempatan untuk berbuka bersama keluarga nantinya. Padahal, waktu terus berjalan dan tanpa sadar sudah memasuki masa Lebaran.
Tapi mengapa sih penting sekali bagi keluarga untuk mengusahakan buka puasa bersama setiap hari? Ini dia jawabannya.

1. Saat yang Tepat Untuk Berbagi Nilai-nilai Positif

Bila setiap hari Moms sekeluarga sering ribut soal hal-hal kecil, saling tidak mengacuhkan karena kesibukan masing-masing, atau kurang menghargai satu sama lain, bulan puasa adalah momentum untuk menanamkan nilai-nilai yang positif.
Moms sekeluarga jadi punya kesempatan untuk beribadah bersama dan berbagi kisah menarik atau tantangan berpuasa yang dialami setiap harinya. Dengan dukungan dari keluarga, tentu puasa jadi terasa lebih menyenangkan.

2. Menghangatkan Keluarga

Di bulan puasa, Moms diingatkan untuk menjaga ego dan nafsu. Inilah yang akan terus terbawa saat sekeluarga berkumpul untuk buka puasa bersama.
Moms sekeluarga belajar untuk mengendalikan emosi dan tidak bertengkar sekaligus menahan nafsu dan tidak berebut makanan, justru saling berbagi. Jika hal ini dibiasakan, tentu keluarga akan menjadi lebih hangat dan akrab terhadap satu sama lain.

3. Menciptakan Kenangan Indah

Jika Moms dan suami memiliki tradisi bulan puasa yang berbeda yang dibawa dari keluarga masing-masing, inilah kesempatan emas untuk menciptakan sendiri tradisi baru keluarga yang nantinya akan dibawa terus oleh Si Kecil.
Sebagai tambahan, momen buka puasa bersama akan menjadi saat-saat yang begitu dinantikan setiap tahunnya.

May 27, 2019

Make Up Lebaran

May 27, 2019 1
Di HariLebaran pasti ingin tampil dengan cantik. Mengenakan kaftan atau baju baru, kamu juga akan berkeliling ke rumah sanak-saudara untuk bersilaturahmi. 
Dalam acara ini, pasti akan ada banyak momen yang ingin kamu diabadikan. Karena itu, kamu harus tampil memesona menggunakan makeup. 

Tapi kadang, Lebaran merupakan hari yang spesial, tapi juga super panas dan gerah. Selain cuaca, kadang banyaknya aktivitas juga bisa membuatmu berkeringat.
Untuk itu, kamu sangat perlu menggunakan trik dan teknik tepat agar makeup tidak cepat luntur. Menurut beauty enthusiast dan makeup artist asal Australia Jessica Inzitari, ada beberapa trik yang harus kamu lakukan.

Siapkan Kulit Wajah


Sebelum menggunakan makeup, menurut Jessica kamu harus mempersiapkan kulit wajahmu terlebih dahulu. Karena, ini merupakan dasar.
Pertama, untuk mempersiapkan kulitmu kamu perlu membersihkannya menggunakan gentle cleanser. Kemudian, gunakan toner dan moisturizer agar kulit tidak rusak, kering, dan berkerut usai menggunakan makeup. 


Prime


Langkah selanjutnya, kata Jessica kepada Gulf News, gunakan primer. Langkah ini sangat penting untuk membuat makeup tahan lebih lama.
"Tidak menggunakan primer merupakan sebuah perbuatan 'kriminal' karena primer inilah yang akan membuat makeup tahan lebih lama," katanya dikutip dari Gulf News.
Setelah itu, barulah kamu bisa mengguakan foundation dengan warna yang senada dengan warna kulit. Pilih foundation yang tahan air dan juga bisa stay lebih lama.
Terakhir, selalu gunakan setting powder dan setting spray, sehingg makeup tidak akan luntur meskipu kulit basah. Selamat mencoba dan selamat merayakan Hari Lebaran.

May 26, 2019

Tips Berpuasa Untuk Anak Kecil

May 26, 2019 0
Mengajarkan puasa kepada anak mungkin susah-susah gampang. Kadang ada anak yang ingin sekali puasa bersama anggota keluarga lainnya. Ada pula yang tidak ingin.
Sebelum mengajari anak puasa, sebaiknya beri pengertian kepada anak terlebih dahulu apa itu puasa dan mengapa mereka perlu menjalankannya tiap tahun. Setelah itu, anak mungkin akan lebih mudah untuk mengikuti ibadah puasa.

Berikut ini merupakan tips mengajar anak puasa untuk pertama kali:

1. Beri anak contoh

pelecehan seksual anak
Mengajarkan anak untuk ikut puasa sebaiknya dimulai dengan memberikan contoh. Hal ini akan membuat anak lebih mudah mempraktikkannya. Contohnya tentu saja dari Anda sendiri.
Saat menjalankan ibadah puasa, pasti anak akan bertanya apa itu puasa, mengapa ibu atau bapak tidak makan, dan lain sebagainya. Hal ini akan menimbulkan rasa penasaran, sehingga anak ingin mencobanya sendiri.
Ingat, di usia yang masih muda, anak bisa dengan mudah meniru perilaku seseorang di sekitarnya.

2. Tidak memaksa anak untuk puasa penuh atau sesuai keinginan Anda

pedoman makanan anak 1-3 tahun
Berikan kelonggaran berpuasa untuk anak. Perlu Anda ingat bahwa buah hati Anda masih dalam masa pertumbuhan. Ia masih membutuhkan banyak nutrisi.
Selain itu, anak kecil juga belum bisa mencari sendiri untuk mendapatkan makanan dan minuman sejumlah yang ia butuhkan. Mengajarkan dengan memaksa anak untuk puasa penuh atau puasa setiap hari bisa menimbulkan risiko kesehatan pada anak.
Sebaiknya mulailah mengajarkan anak puasa secara perlahan. Mulai dari puasa beberapa jam dalam satu hari kemudian tingkatkan lagi jika anak sudah berhasil melewatinya.
Yang terpenting, anak mengenal dulu apa itu puasa dan bagaimana cara menjalankannya. Kemampuan anak untuk berpuasa lama-kelamaan juga akan meningkat seiring dengan kebiasaannya dalam menjalankan puasa.

3. Minta anak untuk puasa dari makanan tertentu saja

anak susah makan saat sakit
Jika anak sudah terbiasa makan makanan tertentu atau makanan kesukaannya, mintalah anak untuk menghindari makanan tersebut saat berpuasa. Misalnya, jika anak suka cokelat dan keripik, mintalah anak untuk tidak memakannya selama jam puasa.
Mengajarkan hal ini ketika anak puasa juga dapat membantu menghilangkan kebiasaan buruk pola konsumsi anak. Selain itu, juga dapat membantu anak untuk lebih menghargai makanan.

4. Beri penghargaan pada anak jika ia telah sukses menjalankan puasa

stimulasi dini anak cerdas
Mengajarkan anak untuk ikut menjalankan ibadah puasa memang penting. Namun, memberikannya apresiasi juga tak kalah penting.
Terlepas dari berapa jam anak sudah puasa atau berapa hari anak mengikuti puasa, sebaiknya beri penghargaan kepada mereka. Penghargaan ini dapat menambah semangat anak untuk ikut menjalankan ibadah puasa lagi dan lagi.
Anda tidak harus memberi hadiah, cukup dengan memujinya dan mengatakan bahwa ia adalah anak yang hebat. Dengan begitu, ia akan merasa senang dan makin semangat untuk puasa.
Anda juga bisa menyediakan makanan kesukaan anak saat waktunya berbuka. Hal ini menjadi salah satu hal yang akan membuat mereka senang menjalankan ibadah puasa.
Namun, ingatlah untuk tetap memilihkan makanan sehat yang mengandung nutrisi penting bagi anak, seperti makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.
Jangan biasakan memberi hadiah ke anak dengan makanan manis karena dapat membawa dampak buruk bagi kebiasaan makannya.

May 25, 2019

Aplikasi Yang Digunakan Selama Ramadhan

May 25, 2019 0
Selain menyiapkan jiwa dan raga, tidak ada salahnya menginstal deretan aplikasi ini di ponsel kamu untuk menemani ibadah bulan Ramadhan.

Aplikasi tersebut tersedia di platfrom iOS maupun Android. Bisa diunduh secara gratis, tapi memang sering menampilkan iklan.

Al Quran Indonesia
9 Aplikasi untuk Temani Ibadah di Bulan RamadhanFoto: Al Quran Indonesia
Merupakan Al Qur'an dengan terjemahan Bahasa Indonesia dan dilengkapi MP3 murottal. Kamu bisa membaca Al Qur'an secara offline dengan antar muka yang cukup simpel dan user friendly.

Dilengkapi tajwid berwarna, penandaan bacaan terakhir dan fitur untuk berbagi ayat-ayat yang dibaca ke sosial media. Tidak hanya itu tersedia juga jadwal sholat, kalender hijrah dan arah kiblat.

Link download: Android



Umma
9 Aplikasi untuk Temani Ibadah di Bulan RamadhanFoto: Umma
Aplikasi ini menyediakan waktu sholat dan petunjuk arah kiblat. Tapi tidak sebatas itu saja, kita dapat memperdalam ajaran agama lewat beragam artikel dan video siraman rohani dari para ustad. Konten yang ditampilkan dipersonalisasi sesuai ketertarikan pengguna

Umma turut menghadirkan konten spesial Ramadhan dengan menampilkan bacaan, tips dan resep makanan untuk berbuka ataupun bersantap saur. Agar makin seru, aplikasi ini menyediakan fitur untuk penggunanya berbagi kegiatan mereka sepanjang Ramadhan.

Setiap konten yang dibagikan akan mendapat point. Nah point yang terkumpul dapat kemudian didonasikan oleh pengguna dalam bentuk uang tunai ke badan amal yang dipilih.

Link download: Android - iOS



KESAN
9 Aplikasi untuk Temani Ibadah di Bulan RamadhanFoto: KESAN
Aplikasi KESAN membantu mereka menjadi pribadi muslim yang lebih baik. Dengan fitur nudging, pengguna senantiasa diingatkan untuk melakukan amalan yang positif dan Islami melalui notifikasi relevan dan aktual.

Fitur yang dihadirkan KESAN meliputi hadis hari ini yang disajikan tiap jam 9 pagi. Lalu ada Doa dan Shalawat, Kalender Hijriah, Arah Kiblat hingga Jadwal Sholat.

Menariknya aplikasi ini menyajikan Kita Kuning yang lebih dari 700. Selain itu ada Feed yang menyajikan artikel pengembangan diri.
Asisten Amalku
9 Aplikasi untuk Temani Ibadah di Bulan RamadhanFoto: Asisten Amalku
Asisten Amalku adalah aplikasi yang membantu seorang muslim mengerjakan amalan-amalan hariannya. Aplikasi ini terdiri dari beberapa fitur utama, yaitu Amal Harian, Kalender Puasa, Masjid Sekitar, Shalat 40 Hari, Target Amalku, dan Statistik Amalan.
Link download : Android

Hafalan Quran
9 Aplikasi untuk Temani Ibadah di Bulan RamadhanFoto: Asisten Amalku
Hafalan Quran adalah game atau permainan digital yang bertujuan untuk memudahkan kita untuk menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Terdapat dua mode dalam game ini, yakni mode permainan dan mode baca. Selain itu, pengguna juga dapat mengunduh suara pelafalan untuk tiap surat.
Link download: Android
Dua in Quran
9 Aplikasi untuk Temani Ibadah di Bulan RamadhanFoto: Dua in Quran
Aplikasi ini menghadirkan kumpulan doa yang terdapat dalam Al Qur'an. Disertakan pula terjemahan dalam bahasa Indonesia. Pengguna dapat mengatur ukuran teks dan membagikan doa ke media sosial.


Recreat Make Up Aladin Bersama Beautiesquad

May 25, 2019 12
Kalian pasti sudah tak asing lagi bukan dengan Alladin ?

Film Alladin ini sangat populer dan terdapat beberapa versi cerita. Dalam Aladin ini terdapat beberapa tokoh central seperti, Aladin, Putri Jasmin dan Jin dari lampu ajaibnya.


Karena Aladin yang cukup populer ini, akhirnya aku ikut dalam challenge recreat make up aladin bersama komunitas beauty BEAUTIESQUAD.

Karena aku lagi gak pengen recreat yang cantik cantik seperti putri jasmin dan gak bisa bikin recreat Aladin, akhirnya aku memutuskan untuk recreat make up Jin dari lampu ajaib.

Dan Ini Hasil Recreeat aku :D



Cukup kaget bukan ? Aku pun hahahahahha, mungkin ini agak gagal sih ya karena memang aku bikin kumisnya gak simetris huhuhuhu

Tapi tak apalah, semoga next time akan lebih bagus. 


Oh ya berikut beberapa printilan make up yang aku gunakan untuk recreat make up look diatas :


1. Pelembab Jeju Aloe Vera Shooting Gel


Ini adalah salah satu pelembab yang juga merupakan base make up yang tidak pernah aku tinggalkan kalau aku lagi make up. Entah kenapa daripada memakai primer aku lebih suka pakai Jeju Aloe Vera ini, mungkin karena akan membuat hasil make up lebih glowing di banding menggunakan primer biasa.

2. BB Cream Pixy


Karena aku sedang jerawatan dan lumayan parah, jadi aku sedang menghindari memakai foundation. Aku lebih memilih memakai BB cream karena menurut aku agak ringan. Selain itu karena ini recreat make up yang "agak" serem setelah recreat akan aku hapus heheheh


3. Eye Shadow Wardah 


aku menggunakan Eye shadow yang seri ...  dengan warna yang aku pakai adah warna coklat.

4. Pensil Alis Fanbo


Ini adalah salah satu pensil alis kecintaan aku, karena selain pensilnya empuk warna blacknya juga pekat. Jadi tanpa face painting hasil dari menggambar menggunakan pensil alis ini uda sangat bagus menurutku. 

Selesai sudah printilan yang aku gunakan untuk membuat recreat Aladin ini, cukup simple bukan hehehehe (Sebenernya emang karena aku nyari yang simple sih lol :P)

oh ya selain aku ada beberapa temen aku yang melakukan recreat aladin juga loh, ini salah satunya kalau mau kepo akun IG nya @tulipakasia atau bisa klik link disini untuk liat detail make up nya 



Mungkin banyak yang mengira aku aneh karena bikin recreat yang kayak gini, bahkan ada loh temen deket yang langsung unfollow instagram karena memang dia gak suka sama postingan recreat aku. 

Tapi gak papa sih hidup kan bukan untuk orang lain tapi untuk diri sendiri lakukan aja apa yang bikin kamu bahagia :D

Sekian cerita recreat aku kali ini, sampai jumpa di cerita recreat aku selanjutnya 

May 24, 2019

Amalan Puasa

May 24, 2019 0
  1. Al-Shaum/al-Shiyam (berpuasa).
Amaliah terpenting pada bulan Ramadhan adalah shiyam (puasa), sebagaimana termaktub dalam firman Allah yang berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS al-Baqarah: 183)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla  berfirman, ‘Kecuali puasa, sungguh dia bagianku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, karena (orang yang berpuasa) dia telah meninggalkan syahwatnyadan makannya karena Aku’. Bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan; gembira ketika berbuka puasa dan gembria ketika berjumpa Tuhannya dengan puasanya. Dan sesungguhnya bau tidak sedap mulutnya lebih wangi di sisi Allah dari pada bau minyak kesturi.” (HR. Bukhari dan Muslim, lafadz milik Muslim)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Siapa berpuasa Ramadhan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari No. 1802) dan Muslim No. 760).
Tidak diragukan lagi, pahala yang besar ini tidak diberikan kepada orang yang sebatas meninggalkan makan dan minum semata. Ini sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dengan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu) ini merupakan kiasan bahwa Allah tidak menerima puasa tersebut.
Jabir bin Abdillah berkata:
إِذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُكَ، وبَصَرُكَ، وَلِسَانُكَ، عَنِ الْكَذِبِ، وَالْمَحَارِمِ، وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ، وَلْيَكُنْ عَلَيْكَ وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ، وَلَا تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَصَوْمِكَ سَوَاء
Jika Anda berpuasa, maka puasakan juga pendengaran, penglihatan, dan lisanmu dari dusta dan hal-hal lain yang dilarang. Tinggalkan perbuatan yang dapat menyakiti pelayan, dan bersikaplah yang lembut dan tenang pada hari puasamu. Jangan samakan antara hari saat berpuasa dan saat tidak berpuasa (HR. al-Baihaqi No. 3374; dan Ibn Aby Syaibah No.8880).

  1. Qiyam Ramadhan (Shalat al-Lail, Shalat tarawih)
Para ulama sepakat bahwa Qiyamu Ramadalan (Shalat Tarwih) itu disyariatkan. Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar kita menghidupkan malam ramadhan dengan memperbanyak shalat tersebut di sepanjang malam Ramadhan. Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad SAW:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُرَغِّبُ فِى قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Dari Abu Hurairah r.a., berkata: Rasulullah SAW menganjurkan (shalat) qiyami Ramadhan kepada mereka (para shahabat), tanpa perintah wajib. Beliau bersabda: Barangsiapa mengerjakan (shalat) qiyami Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Muslim No.1816).
Dalam melaksanakan Shalat Qiyamu Ramadhan, hendaklah dicontoh tata cara shalat Nabi Muhammad SAW, baik mengenai jumlah rakaatnya maupun kualitasnya. Nabi melaksanakan shalat Qiyamu Ramadhan sebanyak 11 rakaat dengan cara-cara yang bervariasi: dengan cara jumlah rakaat 4+4+3. Dasarnya adalah hadis berikut ini:
Begitu juga terdapat riwayat dari  Aisyah radhiallahu ’anha, beliau berkata:
عَنْ أَبِى سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ كَيْفَ كَانَتْ صَلاَةُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثًا
“Dari Abu Salamah bahwasanya Aisyah ra. ketika ditanya tentang shalat Nabi di bulan Ramadhan, Aisyah berkata: pada bulan Ramadhan maupun yang lainnya, Nabi tidak pernah melakukan shalat lebih dari sebelas rakaat. Nabi SAW kerjakan empat rakaat, jangan engkau tanyakan tentang elok dan lamanya, kemudian Nabi kerjakan lagi empat rakaat dan jangan engkau tanyakan tentang elok dan lamanya. Lalu Nabi kerjakan shalat tiga rakaat”. (HR. Bukhari No. 2013; dan Muslim No1757).
Boleh juga dengan cara 2+2+2+2+2+1. Dasarnya adalah hadis berikut ini:
عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ – وَهِىَ الَّتِى يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ – إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ فَإِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنْ صَلاَةِ الْفَجْرِ وَتَبَيَّنَ لَهُ الْفَجْرُ وَجَاءَهُ الْمُؤَذِّنُ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ ثُمَّ اضْطَجَعَ عَلَى شِقِّهِ الأَيْمَنِ حَتَّى يَأْتِيَهُ الْمُؤَذِّنُ لِلإِقَامَةِ.
Dari ‘Aisyah isteri Nabi SAW, dia berkata; Rasulullah SAW pernah shalat antara habis shalat isya’ yang biasa disebut ‘atamah hingga waktu fajar. Beliau melakukan sebelas rakaat, setiap dua rakaat beliau salam, dan beliau juga melakukan witir satu rakaat. Jika muadzin shalat fajar telah diam, dan fajar telah jelas, sementara muadzin telah menemui beliau, maka beliau melakukan dua kali raka’at ringan, kemudian beliau berbaring diatas lambung sebelah kanan hingga datang muadzin untuk iqamat.” (HR, Muslim No. 1752).
  1. Tadarus al-Qur’an
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS.  Al Baqarah: 185)
Dalam sebuah Hadits dijelaskan bahwa setiap bulan Ramadhan Rasulullah SAW melakukan tadarus al-Qur’an bersama Malaikat Jibril:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ (أَجْوَدَ) مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Dari Ibnu Abbas r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, apalagi pada bulan Ramadhan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan Ramadhan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah adalah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan.” (HR. al-Bukhari No.4711 dan Muslim No.2307).
Oleh karenanya pada bulan ini umat Islam harus benar-benar berinteraksi dengan Al-Qur’an untuk meraih keberkahan hidup dan meniti jenjang menuju umat yang terbaik dengan petunjuk Al-Qur’an. Berinteraksi dalam arti hidup dalam naungan Al-Qur’an dengan cara tilawah (membaca), tadabbur (memahami), hifdz (menghafalkan), tanfidz (mengamalkan), dan ta’lim (mengajarkan).

  1. Shadaqah

Dalam hadis shahih riwayat al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas ra diberitakan bahwa:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ (أَجْوَدَ) مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
 Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan beliau semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan (HR. al-Bukhari No.4711 dan Muslim No.2307).
Karenanya kita mesti mencontoh beliau di bulan yang penuh barakah ini dengan perbanyak sadaqah, baik untuk kepentingan fi sabilillah maupun kaum dhu’afa dan fakir miskin.
Rasulullah SAW bersabda:
أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ ؟: الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ  كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلَاةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ
“Maukah kamu aku tunjukkan pada pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai dan sedekah akan memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seorang laki-laki pada pertengahan malam.” (HR. Ahmad, al-Tirmidzi, dll) Al-Albani: hadis ini sanadnya hasan (Irwa al-Ghalil, II/139).
Dan salah satu bentuk shadaqah yang dianjurkan selama Ramadhan adalah memberikan ifthar (santapan berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa. Dari Zaid bin Khalid al-Juhani, bahwasanya Nabi Saw bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ أَوْ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الصَّائِمِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barangsiapa yang memberi ifthar kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah). Al-Albani: hadis ini shahih (Shahih al-Jami’al-Shaghir, II/1095).
  1. I’tikaf.
Salah satu amaliah yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan cara i‘tikaf di masjid, Dalam sebuah hadist disebutkan:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَان.


“Dari Ibnu Umar RA (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah SAW selalu beri‘tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadhan.” (HR. al-Bukhari No. 2025 dan Muslim No.2838).
‘Aisyah ra juga meriwayatkan:
عَنْ عَائِشَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِه.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau.” (HR. al-Bukhari No.2016 dan Muslim No.1172).
  1. Umrah
Keutamaan umrah di bulan Ramadhan ini besar sekali. Rasulullah Saw pernah menganjurkan kepada seorang wanita Anshar (Ummu Sinan) yang tidak sempat berhaji bersama beliau sebagaimana diterangkan dalam hadis berikut ini:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : : لَمَّا رَجَعَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مِنْ حَجَّتِهِ قَالَ لأُمِّ سِنَانٍ الأَنْصَارِيَّةِ مَا مَنَعَكِ مِنَ الْحَجِّ قَالَتْ أَبُو فُلاَنٍ – تَعْنِي زَوْجَهَا – كَانَ لَهُ نَاضِحَانِ حَجَّ عَلَى أَحَدِهِمَا وَالآخَرُ يَسْقِي أَرْضًا لَنَا قَالَ فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً مَعِي.
Dari Ibnu Abbas RA, dikatakan bahwa ketika Rasulullah SAW pulang dari hajinya, beliau bersabda kepada seorang wanita Anshar (Ummi Sinan): “Apa yang menghalangimu untuk ikut berhaji bersama kami?” Ia menjawab, “Kami tidak memiliki kendaraan kecuali dua ekor unta yang dipakai untuk mengairi tanaman. Bapak dan anaknya berangkat haji dengan satu ekor unta dan meninggalkan satu ekor lagi untuk kami yang digunakan untuk mengairi tanaman.” Nabi bersabda,”Maka apabila datang Ramadhan, berumrahlah. Karena sesungguhnya umrah di dalamnya menyamai ibadah haji  bersamaku.” (HR. al-Bukhari No. 1863).  
Apa maksud sabda Nabi tersebut? Apakah itu hanya berlaku untuk perempuan yang rela mengalah kepada suami dan anaknya untuk pergi haji itu?
Ada tiga pendapat tentang ini.
Pertama, hadits ini khusus untuk wanita yang diajak bicara oleh Nabi Saw, yakni Ummu Sinan. Ini pendapat Said bin Jubair (Ibn Hajar al-Asqalani, lll/605 dan al-Adzim al-Abadi, Aun al-Ma’bud, V/323).
Kedua, keutamaan umrah ini bagi orang yang berniat haji, lalu ia tidak mampu mengerjakannya, dan kemudian ia menggantinya dengan umrah di Ramadhan. Sehingga ia mendapat pahala haji secara sempurna bersama Rasulullah Saw karena terkumpul dalam dirinya niat haji dalam pelaksanaan umrah.  (Tafsir Ibn Katsir, I/286; Ibn Rajab, Latha’if al-Ma’arif, I/249).
Pendapat ketiga, yang dipegang oleh Empat Imam Mazhab, meyakini bahwa keutamaan dalam hadits ini bersifat umum bagi setiap orang yang berumrah di bulan Ramadhan. Ini berlaku bagi semua orang (Muhammad Shalih al-Munjid, Mauqi’ al-Islam Sual Wa Jawab, VII/632).
  1. Menyambut (memburu) Lailatul Qadar
Allah swt berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadar: 1-3)
Rasulullah saw bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Dan siapa shalat pada Lailatul Qadar atas dasar iman dan mengharap pahala, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari No. 1802) dan Muslim No. 760).
Nabi Saw menyuruh sahabatnya agar memburu Lailatul qadar dengan sabdanya:
إِنِّى أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَإِنِّى نَسِيتُهَا – أَوْ أُنْسِيتُهَا – فَالْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ كُلِّ وِتْرٍ
Sesungguhnya aku telah melihat lailatul qadar, saya lupa (kapan kajadiannya) atau aku sengaja dibuat lupa (oleh Allah). Karena itu maka carilah (burulah) lailatul qadar pada sepiluh hari terakhir pada tanggal yang ganjil (HR. Muslim No.2829).

أَنَّ عَائِشَةَ، قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، فَبِمَ أَدْعُو ؟ قَالَ: ” قُولِي: اللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ، فَاعْفُ عَنِّي ”
Dari ‘Aisyah, ia berkata: Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca? Beliau menjawab, “Ucapkan:“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai pemberian maaf maka ampunilah aku.”(HR. Ahmad No.25384, dan al-Tirmidzi No.3513, dishahihkan Al-Albani)
  1. Memperbanyak dzikir, doa dan istighfar

Sesungguhnya malam dan siang Ramadhan adalah waktu-waktu yang mulia dan utama, maka sebaiknya digunakan untuk memperbanyak dzikir dan doa, khususnya pada waktu-waktu istijabah, di antaranya:

Pertama, Saat berpuasa hingga berbuka; Nabi Saw bersabda:
ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﻻَ ﺗُﺮَﺩُّ ﺩَﻋْﻮَﺗُﻬُﻢُ ﺍﻹِﻣَﺎﻡُ ﺍﻟْﻌَﺎﺩِﻝُ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﺋِﻢُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻔْﻄِﺮَ ﻭَﺩَﻋْﻮَﺓُ ﺍﻟْﻤَﻈْﻠُﻮﻡِ
Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) doa pemimpin yang adil, (2) doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) doa orang yang terzhalimi.”[HR.Tirmidzi, Ibn Hibban mensahihkannya]

Kedua, Saat malam terutama pada sepertiga malam terakhir:

إِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim no. 757)

Ketiga,  Saat waktu sahur, untuk banyak istighfar seperti yang Allah firmankan:
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Dan di waktu sahur (akhir-akhir malam) mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Al-Dzaariyat: 18).

May 23, 2019

Cerita Mudik

May 23, 2019 0
Mudik 2018 menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi sejumlah warga. Mereka mengaku mudik tahun ini lebih cepat dan nyaman.





Cerita pertama diungkap oleh salah seorang warga bernama Arie Nugroho. Dia merasakan pengalaman mudik yang berbeda saat Jakarta-Jepara ditempuh dengan waktu 12 jam saja.

"Pengalaman mudik kali ini, tahun 2018, sungguh luar biasa. Betapa tidak, dari sejarah mudik yang sudah saya mulai tahun 2012, tahun 2018 ini merupakan yang tercepat, ternyaman, dan terlancar. Jakarta-Jepara yang jaraknya +/-500 km, saya tempuh dalam 12 jam perjalanan (termasuk istirahat 2 jam, dan kegiatan remeh temeh: isi BBM, toilet)," kata Arie kepada detikcom, Senin (11/6/2018).



Arie mudik ke Jepara pada Jumat (8/6) pukul 10.00 WIB. Awalnya dia memprediksi bakal terjadi kemacetan saat masuk ke Tol Cikampek.

"Mulai KM 14 di Bekasi, laju kendaraan mulai melambat. Sampai akhirnya di KM 59 semuanya berakhir. Keluar dari KM 59 kurang lebih pukul 11.45 WIB. Selepas KM 59 Tol Cikampek inilah pengalaman mudik nyaman, lancar dan cepat dimulai," tutur dia.

Namun kendaraan yang dia tumpangi hanya melambat saat di KM 14 saja. Selebihnya, Arie mengemudikan kendaraannya dengan lancar dan sampai di Jepara dengan selamat.

"Lepas dari jalan tol Trans Jawa perjalanan saya lanjutkan melalui jalur Pantura sampai dengan Jepara. Tiba di Jepara pukul 22.00 WIB (lama perjalanan termasuk istirahat berbuka di Semarang 1 jam plus bermacet-macet ria di dalam kota Semarang)," ujarnya.



Arie mengaku kondisi lalu lintas pada tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Dia bahkan mengaku sempat merasakan kemacetan saat mudik ke kampung halamannya hingga mencapai 48 jam.

"Horor kondisi macet sepertinya telah menjadi pengalaman berharga bagi para stakeholder untuk berjibaku memberikan yang terbaik kepada masyarakat dalam menyambut momen spesial lebaran. Tahun 2012 dan 2013 saya pernah merasakan lama perjalanan selama 48 jam dan 40 jam untuk menyelesaikan rute yang sama," tuturnya.




Pengalaman yang sama juga diungkap oleh Ferdiansyah Eko, seorang guru seni budaya di salah satu sekolah swasta di Tangerang Selatan. Dia bersama keluarganya berangkat mudik menuju Boyolali pada Sabtu (9/6) pukul 23.30 WIB malam.

Eko sengaja memilih waktu malam untuk menghindari macet. Di awal perjalanan, dia sempat memantau GPS dan melihat kondisi lalu lintas di Cikunir berwarna merah yang artinya mengalami kepadatan.

Akhirnya dia mengalihkan perjalanannya melewati Kalimalang, Bekasi. Eko mengatakan lalu lintas saat itu terpantau lancar.

"Saya mengalihkan perjalanan melewati Kalimalang, sampai di Karawang dengan sangat lancar ketika waktu sudah memasuki sahur. Perjalanan dilanjutkan setelah salat subuh," ujar dia.

Eko kemudian memasuki Tol Cipali dan sempat terpantau kemacetan di beberapa ruas jalan. Namun setelah diperhatikan, kemacetan itu disebabkan oleh para pemudik yang menggunakan bahu jalan untuk parkir mobil dan beristirahat.

"Sangat menyebalkan ketika mengetahui hal tersebut, 'geregetan' rasanya ingin memberikan pencerahan (ngomel) kepada para pemudik yang belum mempunyai kesadaran dalam berkendara," ucap dia.

Secara umum, dia mengakui perjalanan sangat bisa dinikmati dan relatif nyaman. Dia menghabiskan waktu selama kurang lebih 16 jam dari Jakarta-Boyolali. Waktu tersebut termasuk dengan istirahat dan makan di rest area.

"Jadi jika dihitung, hanya butuh 9-10 jam untuk menempuh jarak 526 kilometer. Rekor baru dalam rangka mudik," papar dia.



Hal yang sama juga diceritakan oleh Adi bersama keluarga saat mudik dari Cileungsi ke Kartasura, Sukaharjo. Mereka menghabiskan waktu di perjalanan selama kurang lebih 9 jam termasuk dengan beberapa kali berhenti di rest area.

Adi mengatakan, mudik tahun ini terasa lebih cepat dan tidak melelahkan. Dia berterima kasih kepada pemerintah yang telah bekerja keras untuk membangun infrastruktur sehingga memudahkan bagi warga untuk mudik ke kampung halaman.

"Overall, perjalanan mudik tahun ini terasa cepat dan tidak melelahkan, baik buat saya yang pegang setir maupun istri dan anak-anak saya yang hampir tidak tidur di sepanjang perjalanan. Terima kasih buat BUJT-BUJT sepanjang jalur trans Jawa yang telah bekerja keras mewujudkan jalan tol baik yang telah beroperasi maupun yang masih fungsional/darurat, sekaligus membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan bagi pemudik agar dapat melakukan perjalanan dengan lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya," sebut dia.