Beauty

Beauty

Lifestyle

Lifestyle

Other

Other

Hepatitis, Penyakit Pembunuh Yang Lebih Kejam dari HIV/AIDS

by - August 02, 2019

penyakit hepatitis
healthblog.uofmhealth.org

Apa Itu Hepatitis ?

Hepatitis merupakan penyakit yang biasanya menyerang organ hati dan biasanya terjadi karena adanya virus hepatitis ataupun sebab lain. Hepatitis ini adalah penyakit yang tidak memiliki gejala sehingga banyak orang yang tidak tau jika dia terserang virus Hepatitis.

Selain tidak ada gejala yang timbul, penyakit Hepatitis menjadi salah satu penyakit yang tidak terlalu mendapatkan perhatian dari masyarakat. Banyak yang menganggap Hepatitis itu penyakit kuning yang akan segera sembuh dengan sendirinya. 

Padahal Hepatitis lebih berbahaya dari yang masyarakat awam lain lihat. Hepatitis B adalah salah satu penyakit pembunuh yang bahkan lebih  menyeramkannya dengan HIV/AIDS. Kenapa sama menyeramkannya ? karena penyakit Hepatitis B ini belum ada obatnya dan tidak memiliki tanda tanda yang terlihat dengan jelas.

Karena banyak masyarakat yang tidak tahu berbahayanya Hepatitis ini Kementrian Kesehatan Bersama dengan Komunitas Blogger Crony mengadakan Temu Blogger Kesehatan dengan Tema "Jangan Biarkan Hepatitis Merenggut Kebahagiaanmu" pada tanggal 31 Agustus 2019 di Grand Palace Hotel Sanur, Bali.

eliminasi hepatitis
Temu Blogger Kesehatan Bali 


Acara tersebut dihadiri oleh Blogger, Mahasiswa dan Netizen umum sebanyak 70 orang. Selain dihadiri oleh beberapa kalangan acara temu Blogger Kesehatan ini juga memiliki pembicara yang sangat berpengalaman di bidangnya.

Pembicara pada sesi pertama diisi oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementrian Kesehatan yaitu drg. Widyawati, MKM. Dalam sesi pertama ini Ibu Widyawati berpesan bahwa kita sebagai Blogger merupakan Duta Kesehatan dari Kementrian Kesehatan.

sesi 1 eleminasi hepatitis
dr. Widyawati, MKM

Kenapa bisa disebut begitu ? karena kita merupakan perpanjangan tangan dari Kementrian Kesehatan untuk menulis dan menyebarkan pesan kesehatan.

Kenapa Kementrian Kesehatan Memerlukan Keberadaan Blogger Sebagai Perpanjangan Tangan ? karena di zaman milenial ini dimana Indonesia yang terdiri dari 143,26 juta jiwa merupakan pengguna internet, atau sekitar 54% dari total penduduk merupakan pengguna internet. Sehingga Ibu Widyawati berpesan kepada kita sebagai seorang Blogger haruslah "SARING SEBELUM SHARING".

Kita sebagai Blogger harusnya menuliskan hal yang positif dan tentunya sesuai dengan kebenaran yang terjadi. Sekarang ini banyak sekali bukan artikel HOAX ataupun berita Hoax yang tidak terjamin kebenarannya beredar di Internet.

Berikut beberapa tempat yang bisa dikunjungi jika ingin mengkonfirmasi atau menulis tentang Kesehatan dengan Info Yang Benar

  • Dinkes Setempat
  • Website Kemenkes : www.sehatnegeriku.kemenkes.go.id 

Pada sesi berikutnya diisi oleh Direktur Perencanaan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung yaitu, dr. Wiendra Woworuntu dan Ketua PPHI Denpasar yaitu, Prof. Dr. dr I Dewa Nyoman Wibisana, SPPD, KGEH. Dalam sesi kedua ini Ibu Wiendra dan Prof Nyoman menjelaskan tentang Apa itu Hepatitis.

eliminasi hepatitis workshop
dr. Wiendra Woworuntu, M.Kes


Hepatitis adalah penyakit yang menyerang Organ Hati. Hepatitis sendiri terdiri dari beberapa Jenis yaitu, Hepatitis A, B, C, D, dan E. Hepatitis ini disebabkan oleh beberapa hal seperti, Virus, Parasit, dan juga Gaya Hidup. 

Berikut Beberapa Jenis Penyakit Hepatitis :
  • Hepatitis A 
Hepatitis A disebabkan oleh virus Hepatitis A (VHA). Hepatitis A biasanya ditularkan melalui Air yang telah terkontaminasi Tinja dari manusia yang terjangkit virus Hepatitis A, atau bisa pula tertular melalui makanan yang tidak dimasak dengan matang.

ciri ciri orang yang terkena Hepatitis A hapir mirip seperti saat mengalami influenza seperti, kelelahan, mual muntah, demam, mencret dan kehilangan nafsu makan. Hepatitis A bisa sembuh sendiri hanya dengan beristirahat dan juga perawatan khusus sesuai dengan gejala yang di perolehnya. 

Hepatitis A yang tertangani dengan baik biasanya tidak akan menjadi pengakit hati. Hepatitis A dapat dicegah dengan pola hidup bersih dan sehat, serta pemberian vaksin Hepatitis A

  • Hepatitis B
Hepatitis B disebabkan oleh virus Hepatitis B (VHB). Hepatitis B ini menyebabkan peradangan hati akut dan sebagian kecilnya dapat menjadi kangker hati. Virus ini tidak menyebar melalui makanan namun menyebar melalui cairan dan darah dari penderita yang terinfeksi seperti, seorang bayi yang tertular dari seorang ibu yang terkena Hepatitis B, hubungan seksual tanpa pengaman dengan penderita Hepatitis B, penggunaan jarum suntik bersamaan dengan penderita Hepatitis B.

Hepatitis B merupakan penyakit yang 100 kali lebih berbahaya daripada AIDS, karena Hepatitis B ini tidak memiliki gejala yang terlihat seperti halnya penyakit HIV/AIDS. Penderita yang terjangkit virus Hepatits B biasanya akan menyadari dirinya terjangkit virus ini jika sudah pada tahap akut.

Pencegahan penyakit Hepatitis B ini hanya bisa melalui Imunisai, yaitu Imunisasi HB0 kepada bayi yang baru lahir berumur 0-24 jam, kemudian imunisasi Pentavalen yang diberikan kepada bayi berumur 1 bulan, 2 bulan 3 bulan dan booster pada 18 bulan. 

Selain pemberian imunisasi pada bayi dapat juga memberikan imunisasi pasif yaitu dengan Imonoglobulin. Imunoglobulin adalah Imunisasi yang mengandung protein antivirus Hepatitis B. Namun sayangnya Imunoglobulin ini memiliki harga yang sangat mahal.

Konsen Pemerintah sekarang adalah dengan memfokuskan penularan Hepatitis B secara vertikal yaitu dari Ibu Ke Anak. Target pemerintah Indonesia pada tahun 2030 Eliminasi Hepatitis B dari muka Bumi. Hepatitis B, jika memang virus Hepatitis B tersebut melebihi 10 pangkat 6 maka ibu tersebut harus meminum obat untuk menekan virus Hepatitis tersebut, sehingga saat kelahiran nanti virus yang menyerang anak dari Ibu pengidap Hepatitis B bisa langsung mati dengan suntikan imunisasi HB0.
  • Hepatitis C 
Hepatitis C merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Hepatitis C dapat tertular melaui transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang bersamaan dengan penderita Hepatitis C, kontak dengan darah penderita serta hubungan seksual tanpa pengaman. 

Hepatitis C dapat menyebabkan parut pada hati dan apabila tidak segera diobati dapat menyebabkan kangker hati, namun prosentase penyakit Hepatitis C menjadi Kangker hati hanya sebesar 15%. 

Seperti halnya Hepatitis yang lain, penderita penyakit Hepatitis C biasanya tidak sadar dirinya terkena penyakit tersebut karena gelaja yang ditimbulkan tidak mudah dikenali yaitu seperti, nafsu makan menurun, sakit kepala, letih, nyeri otot atau nyeri sendi dan penurunan berat badan. 

Penyakit Hepatitis C dapat dikenali dengan melakukan pemeriksaan darah menggunakan uji imonoasai enzim. 

Di Bali khususnya Denpasar kalian bisa melakukan screening dan pengobatan Hepatitis C secara gratis di RS Sanglah Denpasar. Dengan melakukan pengobatan yang baik 95% pasien penderita Hepatitis C dapat sembuh dengan obat. 

  • Hepatitis D
Hepatitis D merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus Hepatitis D. Penularan Hepatitis D ini dapat dengan 2 cara yaitu infeksi bersamaan secara simultan dengan Hepatitis B ataupun hanya dengan tertular virus Hepatitis D saja.

Gejala yang terjadi untuk penderita Hepatitis D ini 90% sangat terlihat yaitu ditandai dengan kulit dan mata menjadi kuning, mual muntah, lelah kehilangan nafsu makan. 

Penyakit Hepatitis D dapat disembuhkan dengan melakukan kontrol secara teratur pada dokter selama 6 bulan, setelah itu dilakukan penyuntikan interferon selama 12 - 18 bulan. Hepatitis D merupakan penyakit yang dapat disembuhkan.
  • Hepatitis E
Hepatitis E merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus Hepatitis E. Biasanya hepatitis E ini menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan virus ini. Hepatitis E biasanya banyak terjadi pada daerah yang memiliki Sanitas yang Buruk. 

Gejala Penyakit Hepatitis E sama seperti penyakit Hepatitis yang lain yaitu Lemah, letih, lesu dan nafsu makan yang turun. 


Menurut perwakilan dari Dinas Kesehatan Denpasar Bapak Wayan, di Bali sendiri jumlah penderita penyakit Hepatitis di Bali cukup besar, apalagi untuk desa desa yang berada pada pegunungan yang memiliki akses dan fasilitas kesehatan yang belum begitu baik. 

Selain itu masyarakat yang belum tahu tentang bahaya dari penyakit Hepatitis ini juga menjadi salah satu sebab kenapa di Bali masih cukup banyak yang menderita penyakit ini. Dengan adanya Temu Blogger kesehatan pada tanggal 31 Juli 2019, diharapkan pada Blogger ini mampu menjadi perpanjangan tangan Dinas Kesehatan untuk mengedukasi dan menyebarkan tentang Bahayanya Penyakit Hepatitis ini.

Yuk mari kita ikut mengedukasi keuarga dan tetangga sekitar kita tentang Bahaya Hepatitis, Mari ELIMINASI HEPATITIS untuk massa depan Indonesia yang lebih bauik. 

You May Also Like

36 Comments

  1. Wow ada banyak jenis Hepatitis ternyata. Waspadalah

    ReplyDelete
  2. Serem sekali ya hepatitis ini.
    Untuk membantu menekan penularan penyakit HB ini memang dibutuhkan kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat.

    ReplyDelete
  3. Baru tahu ternyata Hepatitis ada banyak tipe, dimana masing-masing tipe berbeda cara penanganannya. TFS mbak... infonya sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  4. Bisa jadi, masyarakat kurang perhatian juga karena dulu sosialisasi dari pemerintah masih kurang. Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik, semoga masyarakat makin waspada dengan hepatitis

    ReplyDelete
  5. Kita harus selalu waspada terhadap bahayanya penyakit hepatitis.

    ReplyDelete
  6. perlunya pola hidup sehat agar terhindar dari virus Hepatitis yang menyeramkan .

    ReplyDelete
  7. Iyah kita harus waspada bahaya hepatitis

    ReplyDelete
  8. Iyah kita harus waspada bahaya hepatitis

    ReplyDelete
  9. Ternyata hepatitis itu banyak macamnya ya, darihepatitis A sampai hepatitis E. Duh bahaya sekali hepatitis ini, apalagi kalo gejalanya tidak mudah dikenali seperti hepatitis C. Harus tetap waspada ya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Makasih sharingnya.

    ReplyDelete
  10. iya betul, blogger bisa menyampaian informasi kepada masyarakat sbg netizen journalism. Apalagi kalau udah menyebar/KLB penyakitnya, masyarakat harus aware bgt sama hepatitis ini

    ReplyDelete
  11. kapan hari ada KLB hepatitis di desa nenekku, pacitan
    Ngeri bgt emang. semoga edukasi kayak gini bisa menyentuk banyak org
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  12. tipe hepatitis banyak yaaa
    pokoke kudu waspada dan jaga kesehatan
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  13. Harus waspada banget ini, ya. Hepatitis juga kayaknya mudah menular. Penyembuhannya pun bukan hal sepele

    ReplyDelete
  14. betul mba, aku pun kalo abis ikut liputan yang berbau lingkungan dan kesehatan pasti langsung sharing secara verbal baik itu ke keluarga by phone maupun ke tetangga kalo pas ketemu supaya informasi yang datang gak berhenti di kita.

    ReplyDelete
  15. Hepatitis salah satu penyakit yang mematikan sih memang. Setau akusih lever itu organ utama, dengan jaga ever berarti jaga semua organ. Makasih sharenya mba, semoga kita semua bisa jaga diri dan terhindar dari hepatitis ya

    ReplyDelete
  16. Hepatitis memang kalah "pamor" dengan penyakit semacam kanker. Harus diperbanyak edukasi.

    ReplyDelete
  17. Duh, jadi inget jaman SMA dulu, aku di diagnosa gejala hepatitis A, dan sama persisi seperti yang mba tulis gejala-gejalanya, mual muntah. Orang awam bilang sakit kuning karena mata juga jadi rada kekuningan. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh total.

    ReplyDelete
  18. Duh, ternyata bahaya banget yah hepatitis ini.
    Setuju mbak kita blogger berperan sebagai duta kesehatan juga, karena di luar sana banyak sekali berita hoax seputar kesehatan yang harus dilawan

    ReplyDelete
  19. Nah iya mbak banyak dari kita penyakit Hepatitis penyakit kuning biasa padahal virus di dalam hati ya.. kita harus lebih aware ya seharusnya apalagi penyakit ini masih susah obatnya.

    ReplyDelete
  20. hepatitis emang ga bias disepelekan begitu saja ya kak, apalagi sampai beranggapan bias sembuh sendiri… pokoknya intinya mah kenali gejala dan apa yang terjadi pada diri kita ya kak, terus jangan ragu untuk periksa sedini mungkin

    ReplyDelete
  21. Wah, jadi tau banyak ttg hapatitis ya, intinya harus jaga pola kebersihan dan hati-hati dengan yg berkaitan suntik karna penyebaran bisa lewat itu, kesimpulannya begitu kan?

    ReplyDelete
  22. Sedih ya penderita hiv aids terkena juga hepatitis akibat jarum suntik. Kesalahan dalam berprilaku berdampak pada rusaknya masa depan

    ReplyDelete
  23. Sungguhan aku baru tahu kalau Hepatitis sampai E.
    Selama ini aku hanya kenal Hepatitis A dan B.
    Dan aku positif Hep B.

    Huuhu~
    Kalo uda kaya aku gini, ga ada vaksinnya kata Bu Dokternya.
    Harus di jaga aja makannya.

    ReplyDelete
  24. Intinya harus tetap menjaga kebersihan ya supaya terhindari dari virus-virus penyakit. Serem juga ya varian hepatitis yang ada aku dulunya tau A, C gitu aja

    ReplyDelete
  25. Penyakit hepatitis ini jarang diketahui, begitu ada kejadian penderita yang kena banyak di Jatim itu, baru heboh ya.

    Jaman anak-anakku masih balita, imunisasi hepatitis ini harus datang sendiri ke klinik atau dokter spesialis anak dan bayar sendiri. Sekarang imunisasi hepatitis A udah gratis kah?

    ReplyDelete
  26. Semoga cepat ketemu obatnya ya dan semoga kita terhindar dari penyakit yg mematikan ini .huhu

    ReplyDelete
  27. Ibu saya juga dulu kena hepatitis mbak, sakitnya gak lama, hanya 8 bulan saja, tapi jadi kanker, ya Allah, aku jadi sedih deh inget sama almarhumah mama. makanya aku sangat mendukung sekali kampanye sehat membebaskan dari penyakit hepatitis karena kalau sudah parah tak terobati.

    ReplyDelete
  28. aku takut terkena penyakit yang satu ini deh mba. Apalagi ada histori di keluarga besar. Semoga kita selalu sehaaat yaa mba

    ReplyDelete
  29. Yups hepatitis bisa dibilang lebih kejam,, temennya papa yang cuci darah kena hepatitis dari transfusi darah dan ga lama meninggal.

    ReplyDelete
  30. Hepatitis emang serem ya, untung vaksinya diwajibkan dan disubsidi jadi anak2 sejak bayi dah dapat. Saya malah baru tau ada Hepatitis C,D, dan E, kirain cuma A dan B, makasih infonya mbak

    ReplyDelete
  31. Iya nih, aku ingat punya kenalan di kangor, adiknya boss yang terlihat bugar tahu-tahu badannya layu dan meninggal kena hepatitis A kalau ga salah

    ReplyDelete
  32. Ngeri penyakit hepatitis ini,, yoo pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit.

    ReplyDelete
  33. kunjungan perdana salam kenal

    ReplyDelete
  34. Aku merasa sosialisasi di daerahku masih kurang sih, Mbak. Kebanyakan yang kena penyakit semacam ini justru mereka yang kerjadi pabrik-pabrik gitu. Nggak tahu asal muasalnya seperti apa. Kebanyakan baru ketahuan saat sudah parah banget pula. Jadi, seakan-akan sudah terlambat penanganannya.

    ReplyDelete
  35. Ya Allah semoga kita semua senantiasa sehat dan menjaga kesehatan ya Mba
    makasih banget sudah di share soal penyakit hepatitis yang berbahaya ini

    ReplyDelete

Terimakasih Telah Mampir Silahkan tinggalkan pesan agar saya bisa mengunjungi balik. Komentar dengan link hidup akan saya hapus Terimakasih ^.^