Keju Lokal Indrakila Go Internasional

Keju Lokal Indrakila Go Internasional - Keju merupakan olahan susu yang cukup populer. Kepopuleran keju ini karena rasanya yang cukup enak dan juga memiliki kandungan vitamin yang sangat baik bagi tubuh. Sayangnya kepopuleran keju ini sebanding dengan harga jual yang cukup tinggi. 



Padahal jika diulik lebih dalam harga Susu Sapi yang merupakan bahan utama dari pembuatan keju tidak begitu mahal. Di Boyolali, kabupaten penghasil Susu Sapi di Jawa Tengah harga susu sapi perliternya hanya 6rb rupiah saja.

Selain harganya yang sangat murah, produksi susu perah di Boyolali juga cukup tinggi. Dalam satu hari kira kira para peternak bisa menghasilkan sampai 110 ton liter susu Sapi. Sayangnya hasil produksi yang cukup tinggi tersebut tidak dibarengi dengan distribusi yang cukup baik.

Bahkan ada suatu kali saat produksi susu sangat tinggi peternak harus membuang berliter liter susu yang dihasilkan karena memang tidak ada yang bisa menampung susu tersebut.

Penggagas Pabrik Keju Indrokilo

Berlimpahnya produksi susu di Boyolali sebagai daerah pengahsil susu terbesar di Jawa Tengah, yang tidak dibarengi dengan pemanfaatan yang maksimal membuat Novianto memiliki ide cemerlang untuk membuat susu naik kelas.


Novianto merupakan salah satu pemuda asal Boyolali yang merintis usaha pada tahun 2009 silam. Awalnya Novianto bekerja di Lembaga Donor Pemerintah Jerman bernama Deutscher Entwicklungsdient (DED). 

Awalnya DED ini memberikan pelatihan peternak susu boyolali tentang bagaimana mengolah olahan susu dan pada saat itu Novianto bekerja sebagai asisten produksi susu dari DED. Awalnya dari DED inilah Novianto belajar bagaimana mengolah susu menjadi keju. 

Melihat peluang yang ada akhirnya Novianto nekat untuk mendirikan Pabrik Susu Lokal di Boyolali. Dengan modal 500 juta yang Novi kumpulkan dari 19 investor, Novianto membangun Pabrik Keju Indrokilo di Dukuh Karangjati, Karanggeneng, Boyolali. 

Nama Indrokilo sendiri diambil Novianto dari kisah Pewayangan. Dalam pewayangan Indrokilo merupakan tempat Arjuna Berdoa sebelum melawan Kurawa. Dengan nama Indrakila, Novianto berharap bahwa usahanya ini adalah bagian dari Doa guna mengembangkan wilyahnya menjadi lebih baik. 

Marketing Dari Mulut Ke Mulut Sampai Mancanegara 

Dengan adanya Pabrik Keju Indrakila Novianto, masalah produksi susu yang berlebih di Boyolali teratasi dengan baik. Pada awal produksi Pabrik Keju Indrakila mampu menggunakan sampai 500 liter susu dalam sekali produksi. 


Saat ini Pabrik Keju Indrakilo mampu menggunakan sampai 3000 liter susu dalam sekali produksi dan mampu menghasilkan 50 kg keju perharinya. Saat ini keju Indrakila memiliki 9 varian keju yang dijual yaitu  mozzarella fresh, mozzarela kuning, feta olive oil, feta chili, mountain chili dan boyobert.

Pemasaran awal dari Keju Lokal Boyolali ini tentunya tidak mudah. Awalnya Keju Indrakila ini dijual hanya di cafe cafe di sekitaran Solo setiap akhir pekan karena para ekspatriat biasanya akan berkumpul pada akhir pekan di cafe cafe tersebut. 

Marketing dari Keju Indrakila ini juga dibatu oleh Benjamin Siegl atasannya dulu saat di DED. Dulunya Keju Indrakila ini ditawarkan dari cafe ke cafe, selain itu juga ditawarkan ke beberapa warga asing kolega dari Benjamin Siegl.

Akhirnya dari tahun ke tahun penjualan keju Indrakila menjadi semakin baik. Yang awalnya dari mulut ke mulut sekarang sudah bisa merambah sampai tingkat Nasional bahkan Internasional. 

Pembeli keju Indrakilo paling banyak berasal dari Hotel maupun lestoran yang menggunakan keju sebagai produk olahannya, terutama hotel dan restoran di Bali dan Yogyakarta. 


Kelebihan dari Keju Indrakila milik Novianto ini adalah bahan utama keju ini 100 persen susu sehingga rasa yang dihasilkan lebih enak. Selain itu daya tahan keju juga semakin lama karena tanpa menggunakan bahan kimia lain untuk menyusun keju tersebut.

Tidak Hanya Memperkaya Diri Namun Juga Masyarakat 

Berkembangnya Pabrik Keju Indrakila tentunya tidak hanya membuat Novianto sukses namun juga memberikan dampak baik bagi masyarakat sekitar. Yang awalnya berlebihnya produksi susu dari para peternak hanya bisa dijual karena tidak ada produksi yang menerima, menjadi di tampung dan diolah oleh Pabrik Keju Indrakila. 


Dari awalnya membutuhkan susu sekitar 500 liter dalam sekali produksi, saat ini Pabrik Keju Indrakila mampu menggunakan 3000 liter susu dalam sekali produksi. Selain membantu dalam menghabiskan produksi adanya Pabrik Keju Indrakila juga memberikan masyarakat sekitar lowongan kerja dan juga menaikkan harga susu segar Boyolali menjadi lebih baik. 

Bagikan Kiat Sukses Kepada Masyarakat


Dengan kegigihan dan ketekunan dari Novianto, Novi menerima penghargaan Satu Indonesia Awards (SIA) sebagai Penggagas Pabrik Keju Lokal Indrakila. Novi juga aktif menjalin kerjasama dengan UMKM UMKM lokal memberikan info seputar olahan susu, serta mengajak UMKM lokal berkolaborasi untuk menjual produk mereka di Tokonya.

Novi merupakan salah satu pemuda Indonesia yang memberikan manfaat yang sangat besar bagi linkungannya. Bukan hanya dari segi ekonomi dengan menambah lowongan pekerjaan, namun juga memberbaiki harga komoditas susu menjadi lebih baik. 





Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url