Beauty

Beauty

Lifestyle

Lifestyle

Other

Other

Mengajarkan Anak Mengelola Uang Lewat "Program Digital Financial Literacy"

by - April 19, 2019

Jika kita perhatikan sekeliling kita sekarang ini teknologi merupakan hal yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan kita.

Dari bangun tidur sampai tidur kembali terkadang kehidupan kita tidak lepas dari yang namanya teknologi. Contoh mudahnya adalah penggunaan smartphone.

Smartphone sekarang bukan lagi menjadi kebutuhan sekunder, namun merupakan kebtuhan primer setiap orang.

Dari sebuah barang teknologi kecil tersebut kita dapat berkirim pesan dengan keluarga, bermedia sosial, menonton video, bermain game bahkan berbelanja.

Hanya dengan sentuhan jari kita dapat melakukan segala sesuatu dengan cepat dan praktis.

Selain ada dampak positif dari perkembangan teknologi yang sangat cepat ini tentunya terdapat dampak negatifnya.

Karena kecemasan akan era digital inilah Citi Indonesia (City Bank) melalui payung kegiatan kemasyarakatan yaitu Citi Peka (Peduli dan Berkarya) bersama dengan mitra pelaksana Prestasi Junior Indonesia (PJI) berinofasi dengan sebuah Program yang dinamakan Digital Finalcial Literacy for Children.

Program ini ditujukan bagi siswa sekolah dasar kelas 3,4 dan 5 di Indonesia, dan memiliki tujuan untuk medorong para siswa mengerti akan literasi keuangan dan hal yang berkaitan dengan industri keuangan, terutama perbankan.

Untuk mengoptimalikan program Digital Financial Literacy for Children ini Citibank dan PJI menyelengarakan parenting talk show yang bertema "Cerdas Financial di Era Digital".

talkshow cerdas finansial di era digital


Talkshow ini mengundang 100 orang orang tua siswa SDN 18 Pemecutan, Denpasar. Talkshow ini bertujuan untuk mengajarkan pentingnya pengelolaan uang kepada anak di tengah tingginya paparan budaya konsumtif melalui teknologi.

Talkshow ini dihadiri oleh 3 Narasumber yang sudah sangat piawai dalam bidangnya, yaitu :
  •  Ibu Elvera N. Makki, selaku Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia
  • Mr. Robert Gardiner, selaku Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia
  • Ibu Roslina Verauli M.Psi., Psi, selaku Psikolog anak dan keluarga
Parenting talkshow ini bertujuan untuk membangun kesadaran orang tua akan pentinya mengenalkan uang dan cara mengelolanya kepada anak anak sejak dini. Selain itu juga untuk membangun kesadaran pentingnya orang tua sebagai role model bagi anak dalam hal pengelolaan keuangan.




Dalam sesi talkshow ini Ibu Roslina Verauli memaparkan tentang kebiasaan anak anak di era digital dengan ponselnya. Dalam pemaparan Ibu Roslina Verauli, beliau menyampaikan bahwa data 2012 dan 2015 total jumlah waktu online anak diluar jam sekolah meningkat 40 menit perhari (dihari biasa dan akhir pekan).

Sehingga rata rata anak usia sekolah menghabiskan lebih dari 2 jam/hari (hari biasa) dan lebih dari 3 jam/hari (hari libur).

pemakaian online anak


Dari data diatas dapat dipastikan bahwa intensitas paparan media online sangatlah besar, dan terkadang kita sebagai orang tua tidak dapat memfilter secara benar tentang hal tersebut.

Karena paparan teknologi online yang besar, dan tidak dipengaruhi dengan pengawasan yang tepat dari orang tua sehingga terdapat beberapa masalah sebagai berikut :

dampak negatif online



berita diatas merupakan dampak negatif dari perubahan teknologi yang semakin pesat, yang tidak diiringi dengan kemampuan orang tua untuk mengontrol anak.

Tantangan kita sebagai orang tua memang akan semakin berat kedepannya seiring degan perkembangan era digital yang semakin pesat.

Karena banyaknya dampak buruk tersebut dalam talkshow ini Ibu Roslina Verauli menyampaikan bahwa seorang anak haruslah memiliki money literacy, yaitu pengetahuan tentang uang sehingga anak memiliki cara terbaik dalam mengelola keuangan agar mampu menggunakan uang dengan cara yang bijak di kemudian hari.

Pengenalan money literacy kepada anak dapat dimulai dari usia pra sekolah, berikut beberapa cara yang dapat kita terapkan kepada anak : :

  • Usia 2-3 tahun 
Diusia ini anak dapat mengenal uang logam dan uang kertas, serta mampu memilih uang jenis apa yang dapat ia simpan. Contoh permainan yang dapat di terapkan : bermain pura pura jual beli dengan uang mainan
  • Usia 4 - 5 tahun
contoh permainan yang dapat diterapkan diusia ini adalah bermain pura pura namun lebih kompleks. Seperti mengajak anak berbelanja langsung di sebuah toko, kemudian beri mereka uang untuk membayar belanjaan dan biarkan mereka menerima kembalian.

Dengan permainan tersebut anak anak mengetahui bahwa uang memiliki sebuah nilai dan memiliki nilai tukar.
  • Usia 6-8 tahun 
Diusia ini anak sudah dianggap dapat memiliki dan membelanjakan uang sakunya sendiri. Pada usia ini ajarkan anak tentang jajan, simpan dan sumbangkan dengan cara mengajak anak ke bank dan membuatkan akun rekening sesuai dengan namanya sehingga ada kebanggan jika ia menabungkan uangnya. 
  • Usia 8-12 tahun
Diusia ini ajari anak mencacat semua kebutuhan yang dia keluarkan sebagai bentuk tanggung jawab

Selain talkshow, Program Digital Financial Literacy for children ini juga mengajarkan siswa langsung di kelas.



Hal hal yang disampaikan di dalam kelas antara lain tentang pentingnaya menabung, memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, mengenali metode pembayaran, serta mempelajari pengetahuan kewirausahaan tingkat dasar dengan cara yang menyenangkan melalui gawai.

Program Digital Literacy for children ini memiliki 3 buah modul yaitu, bertemakan Keluarga Kami, Daerah Kami dan Kota Kami. Dalam masing masing modul terdapat pelajaran individu yang diselaraskan dengan kurikulum pendidikan indonesia dan di programkan dalam sebuah gawai.

Program ini sebenarnya sudah memasuki tahun ketiga dan merupakan salah satu pilar CSR (Corporate Social Responsibility) dari Citibank Indonesia, yang merupakan program literasi dan inskusi keuangan bagi generasi muda terutama anak tingkat usia sekolah dasar.

Melalui program literasi keuangan berbasis digital ini anak anak diajarkan tentang konsep dasar keuangan dengan dan pendekatan interaktif yang aman, konferhensif dan menyenangkan melalui penggunaan gawai sebagai media pembelajaran. 

Program Digital Financial Literacy for Chidren ini tidak akan berjalan dengan lancar jika tidak ada dukungan antara orang tua dan guru, untuk membangun karakter dan budaya kelola uang pada anak.

Jadi Gimana MoMS Sudahkan mengajarkan kepada anak bagaimana Finalcial Literasi tersebut ?

You May Also Like

15 Comments

  1. Waw ini ilmu yang bagus banget ka, bakalan aku terapkan setelah aku punya anak

    ReplyDelete
  2. Membantu sekali kaaa ilmunya aku bakalan coba terapkan ke adik ku deh

    ReplyDelete
  3. Seru banget acaranya, sangat edukatif, belajar menabung sejak dini

    ReplyDelete
  4. konsepnya bagus sekali ya. Aku setuju anak-anak sejak dini sudah mulai mengerti soal keuangan, biar belajar menghargai juga dan enggak boros.

    ReplyDelete
  5. keren ya mbak seft CSR nya Citibank ini, semoga programnya bermanfaat khususnya anak-anak kita kelak :)

    ReplyDelete
  6. Sebelum baca artikel ini, anakku semuanya sudah ku ajarkan menabung di bank, dan sudah mempunyai no rekening masing-masing, ga tiap hari nabung sih, tapi sewaktu2 ada ke bank untuk menabung

    ReplyDelete
  7. Sebelum baca artikel ini, anakku semuanya sudah ku ajarkan menabung di bank, dan sudah mempunyai no rekening masing-masing, ga tiap hari nabung sih, tapi sewaktu2 ada ke bank untuk menabung

    ReplyDelete
  8. jangan kan anak-anak, akupun masih harus belajar mengelola keuangan😂 metode yang bagus banget inii gampang tinggal pake handphone yaa

    ReplyDelete
  9. Talk show seperti inilah yang seharusnya sering diadakan untuk mendidik generasi muda😊

    ReplyDelete
  10. wah seru nih ada program kaya gini yang diajarkan langsung sama anak-anak ya mbakkk... materi yang disampaikan juga lumayan detail yaaa ternyata hihi

    ReplyDelete
  11. Sejak dini memang sebaiknya kita mulai mengajakan anak-anak untuk bisa mengelola uang.. apalagi yang suka jajan, dibiasakan untuk menabung hehehe

    ReplyDelete
  12. Wuidiih. Keren ya pendidikan financial dimulai sejak dini! Semoga bisa bikin generasi kedepannya jago financial

    ReplyDelete
  13. Wah asik seru banget. Jaman dulu aku sekolah ga ada acara" kya gini skrng anak" udh bisa nabung di bank😁

    ReplyDelete
  14. sepertinya ini yang aku butuhkan, suka sulit banget mengelola uang..
    karena mau gamau uang cepet habis dan gatau kemana rimbanya huhu

    ReplyDelete
  15. Betul bgt ini, sejak dini emg hrs bgt anak anak dikenalkan dengan yg namanya menabung, dulu aku mulai menabung dan punya rekening sendiri sejak kelas 3 SD, berasa bgt manfaat kebiasaan menabung sejak dulu, jadi bisa konsisten nabung pas dewasa gini hhi

    ReplyDelete

Terimakasih Telah Mampir Silahkan tinggalkan pesan agar saya bisa mengunjungi balik. Komentar dengan link hidup akan saya hapus Terimakasih ^.^