Perjalananku

Merantaulah, agar kau merasakan betapa besarnya rindu akan kampung halamanmu.

Akhirnya tiba di akhir November, hari ke 11 tantangan #bpn30dayschallenge2018.

Gak nyangka juga sih aku bisa sampai sejauh ini, dan aku bisa membuktikan pada diriku kalau aku bisa konsisten.

Beberapa kota yang pernah aku tinggali 

1. Boyolali

simpang lima boyolali
sumber : tempatwisata.co
Aku lahir di kabupaten Semarang tepatnya di Salatiga namun aku besar dan tinggal di BOYOLALI.

Boyolali menurut ku adalah kota yang nyaman dan aman. Jika kalian seoran pecinta alam tentu pernah mendengar gunung Merbabu.

Gunung Merbabu adalah gunung yang terletak di Boyolali.

Boyolali kini sedang berkembang. Pembangunan terdapat dimana mana dari pembangunan beberapa icon Boyolali yaitu patung susu murni, Pembangunan monumen keajaiban dunia, Pembangunan taman indrokilo yang dinilai sebagai salah satu taman terbesar.

 Selain itu dari segi insfratruktur juga sedang berkembang, pembangunan jalan ke pelosok daerah boyolali.

Perkembangan industri nya pun juga pesat dilihat dari berbagai pabrik dan garmen banyak dibangun diboyolali, dan akhirnya menggerakan ekonomi Boyolali. 

Dan yang bikin kangen dari Boyolali adalah kulinernya, siapa yang gak kenal dengan soto hj. Fatimah, ataupun susu Boyolali .

 Dua kuliner ini yang pasti aku cari ketika aku pulang kampung. Walaupun sekarang aku tidak berdomisili di Boyolali tapi kota ini selalu mengingatkan aku untuk selalu pulang.

2. Semarang

simpang lima semarang
id.wikipedia.org
Pertama kali mendengar nama Semarang yang ada di benakku adalah panas dan macet.

 Ya memang Semarang memang terkenal akan 2 hal tersebut, tetapi Alhamdulillah selama aku di Semarang aku tinggal di semarang atas tepatnya di Tembalang.

Aku tinggal di Semarang kurang lebih 5 tahun untuk menyelesaikan sekolah sarjanaku. 

3. Jakarta

bundaran HI jakarta
sumber : dentons.com
Ibu kota yang katanya lebih kejam dari ibu tiri. Aku tinggal di Jakarta sekitar 2 tahun. 

Aku tinggal disini setelah aku lulus kuliah untuk bekerja di sebuah perusahaan konstruksi.

Jakarta yang katanya kejam cukup ramah buatku, aku mendapatkan teman kos yang Alhamdulillah sangat baik dan ramah. 

Mungkin karena kita sama sama berasal dari Boyolali, sehingga perantauan di Jakarta membuat kami menjadi keluarga. Yang paling aku kangen dari Jakarta adalah diskonan hehehehe.

Sering ada promo di kota besar ini, selain itu banyak sekali tempat makan disini dan harganya juga beragam.

Dari yang murah sampai yang paling mahal. 2 tahun di Jakarta dan aku sangat menikmatinya.

4. Tabanan

adipura tabanan
sumber : kodesingkatan.com

Kota berikutnya setelah jakarta. Setelah aku menikah aku pindah ke Tabanan ikut suami.

Mungkin Dimata orang luar bali itu sangat wah, tapi di mataku biasa saja hehehehe.

Tidak seperti Denpasar yang sangat ramai Tabanan merupakan kota yang cukup sepi. Jam 9 malam pun jalanan sudah lengang, kecuali jalan provinsi pasti ramai kendaraan.

Di kota ini juga jarang terdapat event jadi ya gitu gitu aja kotanya. Kalau mau pergi biasanya orang sini akan ke Denpasar karena disana lebih banyak hiburan.

Dikota inilah aku memulai merajut mimpiku sedikit demi sedikit.


"Merantaulah... Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan hidup di negeri asing (di negeri orang)" ~Imam Asy-Syafii

Post a Comment

0 Comments